Sabtu, 14 Mei 2011

KEUTAMAAN MENGINGAT ALLAH SWT

BAB. I Keutamaan Mengingat Allah SWT

A. Seruan Allah dan Rosulnya

[8:24] Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu*[ ], ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya*[ ]dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan. AL ANFAAL (Rampasan perang)

[13:18] Bagi orang-orang yang memenuhi seruan Tuhannya, (disediakan) pembalasan yang baik. Dan orang-orang yang tidak memenuhi seruan Tuhan, sekiranya mereka mempunyai semua (kekayaan) yang ada di bumi dan (ditambah) sebanyak isi bumi itu lagi besertanya, niscaya mereka akan menebus dirinya dengan kekayaan itu. Orang-orang itu disediakan baginya hisab yang buruk dan tempat kediaman mereka ialah Jahanam dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman. AR RA'D (GURUH)

[16:36] Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut *[ ] itu", maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya *[ ]. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). AN NAHL (LEBAH)

B. Shalat

[2:21] Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa,

[51:56] Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.

[22:77] Hai orang-orang yang beriman, ruku'lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.

[87:14] Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman),

[87:15] dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia sembahyang.

C. Sabar dan Shalat

[2:45] Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu', (AL BAQARAH (Sapi betina) ayat 45)

D. Keistimewaan Membaca Al-Quran
Al-Qur’an itu jelas, mudah dan cukup sederhana untuk dipahami oleh setiap orang, dapat memahami pesan-pesan yang tersembunyi dan mempelajari rahasia-rahasia dalam Al-Qur’an menjalani kehidupan dengan mudah dan gembira. Dalam Al-Qur’an Allah SWT berfirman sebagai berikut:

[4:174] Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. (Muhammad dengan mu'jizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Qur'an).
Dari Utsman Ibn Affan ra, dia berkata: “ Rasulullah saw. Bersabda: “ Sebaik-baik kamu adalah orang yang mempelajari al-Qur’an yang mengajarkannya.” (HR.Bukhari).
Dari Abu Umamah ra, dia berkata: “ Saya mendengar Rasulullah saw. Bersabda: “Bacalah al-Qur’an itu karena ia akan datang pada pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya.” (HR.Muslim)

[4:175] Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada (agama)-Nya niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya (surga) dan limpahan karunia-Nya. Dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepada-Nya.
"Orang yang membaca Al Quran, lagi pula ia mahir, kelak mendapat tempat dalam syurga bersama-sama dengan rasul-rasul yang mulia lagi baik; dan orang yang membaca Al Quran, tetapi tidak mahir, membacanya tertegun-tegun dan tampak agak berat lidahnya (belum lancar) ia akan mendapat dua pahala." (HR. Bukhari & MUslim)
Dari an-Nawwas Ibn Sam’an ra, dia berkata: “Saya mendengar Rasulullah saw. Bersabda: “Akan didatangkan pada hari kiamat al-Qur’an dan orang-orangnya yaitu orang yang mengamalkannya di dunia, ia akan didahului oleh surat al-Baqarah dan Ali Imran, keduanya akan berargumentasi untuk membela orang yang mengamalkannya.” (HR. Muslim)

1. Al-Quran memberikan kehidupan yang penuh berkah
Membaca al-Qur’an dengan perenungan, pendalaman dan tadabbur merupakan satu dari sekian banyak sebab kebahagiaan dan kelapangan hati. Allah menyifati kitab-Nya ini sebagai petunjuk, cahaya dan penawar atas semua yang ada di dalam dada. Di samping itu, Allah juga menyifatinya sebagai rahmat.
Perhatikan Firman Allah di bawah ini:

[6:155] Dan Al-Quraan itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat. SURAT AL AN'AAM (Binatang ternak)

[38:29] Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.
Kalangan ahlul ilmi mengatakan, “Membacanya mengamalkannya, menjadikannya sebagai sumber hokum, dan mengambil istinbath darinya sudah merupakan berkah.”
Seorang yang salih berkata, “Aku pernah merasakan kesuntukkan (yang hanya diketahui oleh Allah) dan di landa keresahan yang membantu. Maka, segera aku mengambil mushaf al-Qur’an, dan membacanya. Tiba-tiba saja kesuntukkan itu lenyap, dan Allah menggantikannya dengan kegembiraan dan keriangan.”
{Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridoan-Nya kejalan keselamatan. Q.S 5:16}




2. Al-Quran memberi petunjuk jalan yang lurus


[17:9-10] Sesungguhnya Al Qur'an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar,
dan sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, Kami sediakan bagi mereka azab yang pedih. AL ISRAA' (Memperjalankan di malam hari )

3. Al-Quran adalah obat penawar, petunjuk dan rahmat


[10:57-58] Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.
Katakanlah: "Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan".YUNUS

[17:82] Dan Kami turunkan dari Al Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Qur'an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian. AL ISRAA' (Memperjalankan di malam hari)

4. Al-Quran cahaya yang menerangi

[5:15-16] Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyi kan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan *[ ]    
Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus. AL MAA-IDAH (HIDANGAN)

5. Al-Quran memberikan keuntungan yang paling besar


[39:41] Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Al Kitab (Al Qur'an) untuk manusia dengan membawa kebenaran; siapa yang mendapat petunjuk maka (petunjuk itu) untuk dirinya sendiri, dan siapa yang sesat maka sesungguhnya dia semata-mata sesat buat (kerugian) dirinya sendiri, dan kamu sekali-kali bukanlah orang yang bertanggung jawab terhadap mereka. SURAT AZ ZUMAR (ROMBONGAN-ROMBONGAN)

6. Al-Quran mengeluarkan seseorang dari kegelapan kepada cahaya




[14:1-3] Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.
Allah-lah yang memiliki segala apa yang di langit dan di bumi. Dan kecelakaanlah bagi orang-orang kafir karena siksaan yang sangat pedih,
(yaitu) orang-orang yang lebih menyukai kehidupan dunia dari pada kehidupan akhirat, dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan Allah itu bengkok. Mereka itu berada dalam kesesatan yang jauh. IBRAHIM

7. Al-Quran sebagai sebab datangnya kemuliaan

[21:10] Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Maka apakah kamu tiada memahaminya? AL ANBIYAA' (NABI-NABI)

8. Ahli Al-Quran disukai dan disayang Malaikat
Dari ’Aisyah ra. Ia berkata, Rasulullah saw. Bersabda:
” Orang yang mahir membaca al-Qur’an ia akan beserta para malaikat*[ ] yang menjadi utusan yang mulia lagi maha suci, dan orang yang membaca al-Qur’an sedang ia berat dan kesusahan dalam bacaannya akan mendapat dua pahala.” (HR. Bukhari-Muslim, lafazh ini adalah lafazh Muslim).

9. Al-Quran adalah jamuan Allah SWT
Dari Abdullah bin Mas’ud ra. Ia berkata, Rasulullah saw bersabda :
“ Sesungguhnya al-Quran itu adalah hidangan Allah, oleh karena itu hendaklah kamu mengambilnya sesuai dengan kemampuanmu menerimanya. Sesungguhnya al-Quran itu adalah tali Allah, cahaya yang terang benderang, dan penawar yang berguna obat mujarab. Penjaga bagi siapa yang berpegang teguh kepadaNya, jaminan kejayaan bagi yang mengikutinya. Ia tidak salah menyebabkan ia tercela, ia tidak Bangkok yang menyebabkan ia perlu diluruskan. Keajaibannya tidak kunjung habis dan ia tidak menjadi cacat sekalipun banyak (isi kandungannya) ditolak orang. Bacalah al-Quran karena Allah akan memberikan ganjaran ke atas setiap huruf dari bacaanmu dengan 10 kebaikan. Aku tidak mengatakan Alif, Laam, mimm satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf, mimm satu huruf.” [Riwayat ad Daarimi, no: 3181 dan Al-Hakim]

10. Al-Quran membimbing jalan menuju surga

[2:214] Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.

[3:142] Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad[** ] diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.

Al-Quran merupakan benteng dan perisai diri manusia dari siksa api neraka dan dapat membimbing dan mengantarkannya masuk kedalam surga. Syarat ialah manusia harus berpegang teguh kepadaNya dan menjadikannya sebagai panduan hidupnya di dunia. Allah SWT menolong dan menuntun jalan ke surga ditegaskan di dalam Al-Quran, yang firmannya:


[29:69] Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.

Sebaliknya jika manusia tidak memperdulikannya, tidak mau membaca dan mempelajarinya bahkan dia mengukfuri dan menentangnya maka Al-Quran itu akan menggiringnya masuk ke dalam neraka. Yang firmanNya:

[7:179] Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

11. Al-Quran memberikan kebaikan yang berlipat ganda

[34:37] Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikitpun; tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal (saleh, mereka itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakan; dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi (dalam syurga).
12. Al-Quran penentram jiwa
Semakin banyak Anda mengingat Allah, pikiran Anda akan semakin terbuka, hati Anda semakin tentram, jiwa Anda semakin bahagia, dan nurani Anda semakin damai sentosa. Itu, karena dalam mengingat Allah terkandung nilai-nilai ketawakalan kepada-Nya, kenyakinan penuh kepada-Nya, ketergantungan diri hanya kepada-Nya, kepasrahan kepada-Nya, berbaik sangka kepada-Nya, dan pengharapan kebahagiaan dari-Nya. Dia senantiasa dekat krtika si hamba berdoa kepada-Nya, senantiasa mendengar ketika diminta, dan senantiasa mengabulkan jika dimohon. Rendahkan dan tundukkan diri Anda kehadapan-Nya, lalu sebutlah secara berulang-ulang nama-Nya yang indah dan penuh berkah itu dengan lidah Anda sebagai pengakuan diri ketauhidan, pujian, doa, permohonan dan permintaan ampunan Anda kepada-Nya.
Dengan begitu, niscaya Anda berkat kekuatan dan pertolongan dari-Nya akan mendapatkan kebahagiaan, ketentraman, ketenangan, cahaya penerang dan kegembiraan. Dan

{Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia [* ], dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan}
(QS.Ali Imran:148)

13. Al-Quran memberikan segala kemuliaan
Allah berfirman:

[21:10] Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Maka apakah kamu tiada memahaminya?
Dijelaskan dalam hadist yang diriwayatkan oleh Umar bin Khattab ra, berikut ini; Sabda rasulullah saw:
“ Sesungguhnya dengan kitab ini (Al-Quran) Allah mengangkat derajat beberapa kaum dan merendahkan beberapa kaum yang lainnya.” (Riwayat Muslim-1353)

Dari Utsman bin ‘Affan ra, ia berkata;
Rasulullah saw bersabda:
“ Sebaik-baik kamu adalah orang yang belajar Al-Quran dan mengajarkannya.” [Riwayat Bukhari, Ahmad, Tirmiji, Ibnu Majah dan Abu Dawud]

14. Al-Quran adalah harta simpanan
Karunia dan nikmat Allah yang banyak adalah harta simpanan yang abadi bagi pemiliknya. Hanya itulah yang akan mengiringi mereka menuju tempat tinggal abadi, yakni keIslaman; keImanan; ihsan; amalan yang baik; ketakwaan; jihad; taubat; dan inabah.

[2:177] Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.
Rasulullah saw bersabda:
“Diwajibkan bagi kalian membaca Al-Quran, sesungguhnya ia adalah cahaya untuk kamu di bumi dan perbendaharaan untuk kamu di langit.” [Riwayat Ibnu Hibban].
Hadist ini menerangkan bahwa Al-Quran adalah cahaya yang menunjuki kejalan Allah didalam kegelapan jahiliyah, cahaya yang menuntun manusia kejalan keselamatan dunia dan kebahagiaan akhirat, yang dengan membacanya, memahami dan mengamalkan kandungannya tersedia pahala yang besar disisi Allah swt.

15. Al-Quran sebagai kekuatan diri
Dari Ibnu Abbas ra ia berkata bahwa Rasullullah saw bersabda:
“Sesungguhnya orang yang tidak ada Al-Quran sedikitpun di dalam rongga dadanya bagaikan rumah yang roboh.” (Riwayat Tirmiji-2837)
Maksudnya: orang yang selalu membaca Al-Quran akan memantapkan dan mengokohkan imannya sehingga dengan iman yang kokoh kuat menjadikannya teguh dalam amal shalih, dakwah dan jihad fisabilillah dan teguh dalam menghadapi rintangan dakwah dan jihad.

E. Dzikir dan Tasbih

[33:41] Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. (AL AHZAB (GOLONGAN YANG BERSEKUTU) ayat 41)

[15:98] maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah kamu di antara orang-orang yang bersujud (shalat), (AL HIJR ayat 98)

[20:33] supaya kami banyak bertasbih kepada Engkau, (THAAHAA ayat 33)

[20:130] Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, supaya kamu merasa senang, (THAAHAA ayat 130)

[21:20] Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya. (AL ANBIYAA' (NABI-NABI) ayat 20)


[24:36] Bertasbih[* ]kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang, (AN NUUR (Cahaya) ayat 36)

[30:17] Maka bertasbihlah kepada Allah di waktu kamu berada di petang hari dan waktu kamu berada di waktu subuh, (AR-RUUM (BANGSA RUMAWI) ayat 17)

[32:15] Sesungguhnya orang yang benar benar percaya kepada ayat ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat ayat itu mereka segera bersujud [* ] seraya bertasbih dan memuji Rabbnya, dan lagi pula mereka tidaklah sombong. (AS SAJDAH (SUJUD) ayat 15)

[33:42] Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang. (AL AHZAB (GOLONGAN YANG BERSEKUTU) ayat 42)

[37:166] Dan sesungguhnya kami benar-benar bertasbih (kepada Allah). (ASH SHAAFFAAT (YANG BER SHAF-SHAF) ayat 166)

[39:75] Dan kamu (Muhammad) akan melihat malaikat-mmlaikat berlingkar di sekeliling 'Arsy bertasbih sambil memuji Tuhannya; dan diberi putusan di antara hamba-hamba Allah dengan adil dan diucapkan: "Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam". (SURAT AZ ZUMAR (ROMBONGAN-ROMBONGAN) ayat 75)

[48:9] supaya kamu sekalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menguatkan (agama)Nya, membesarkan-Nya. Dan bertasbih kepada-Nya di waktu pagi dan petang. (AL FAT-H (KEMENANGAN) ayat 9)

[50:40] Dan bertasbihlah kamu kepada-Nya di malam hari dan setiap selesai sembahyang. (QAAF ayat 40)

[52:49] dan bertasbihlah kepada-Nya pada beberapa saat di malam hari dan di waktu terbenam bintang-bintang (di waktu fajar). (ATH THUUR (BUKIT) ayat 49)

[56:74] Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang Maha Besar. (AL WAAQI'AH (HARI KIAMAT) ayat 74)

[56:96] Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Rabbmu yang Maha Besar. (AL WAAQI'AH (HARI KIAMAT) ayat 96)

[64:1] Bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi; hanya Allah lah yang mempunyai semua kerajaan dan semua pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. (AT TAGHAABUN (HARI DINAMPAKKAN KESALAHAN-KESALAHAN) ayat 1)

[69:52] Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Besar. (AL HAAQQAH (HARI KIAMAT) ayat 52)

F. Ikhlas

[6:162] Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.

[6:163] Tiada sekutu bagiNya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)".

Pengertian
Ikhlas merupakan hakikat agama dan kunci dakwah para nabi dan rasul ‘alaihimus salam. Kata “Ikhlas” merupakan lawan dari kata “Isyrak” yakni mempersekutukan Allah, beribadah kepada selain dari Allah atau menyembah Allah bersama tuhan-tuhan yang lain. Oleh karena itu ikhlas merupakan inti dan semangatnya ibadah kepada Allah SWT. Ikhlas ibarat roh bagi sebuah tubuh. Jasad tanpa roh adalah kematian. Begitulah sebuah amal ibadah tanpa keikhlasan. Ia merupakan amal ibadah yang mati, kering, hampa dan tiada bersemangat. Sebagaimana firman Allah:

[98:5] Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta'atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus[* ], dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.

Ibadah dengan ikhlas
Mulailah setiap pekerjaan dengan membaca Basmalah. Karena pekerjaan yang baik yang tidak dimulai dengan menyebut nama Allah SWT tidak akan bernilai ibadah. Sebagaimana sabda Rasulullah saw:
“Setiap pekerjaan yang baik tidak dimulai dengan ‘Basmalah’ niscaya akan terputus dari (keberkahan).” [HR Abdul Qadir dari Abu Hurairah].

Dalam ibadah sebenarnya kita hanya di perintahkan untuk ikhlas karena Allah SWT. Kita akan tidak di perintah untuk mengerjakan sesuatu kecuali hanya beribadah dengan hati yang ikhlas dalam menjalankan agama yang lurus.

G. Berkurban dan Jihad
H. Bersedekah
I. Jujur

[2:282] Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu'amalah[* ]tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah mengajarkannya, meka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada hutangnya. Jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakkan, maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki (di antaramu). Jika tak ada dua oang lelaki, maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya jika seorang lupa maka yang seorang mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil; dan janganlah kamu jemu menulis hutang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu. (Tulislah mu'amalahmu itu), kecuali jika mu'amalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tidak ada dosa bagi kamu, (jika) kamu tidak menulisnya. Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli; dan janganlah penulis dan saksi saling sulit menyulitkan. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. AL BAQARAH (Sapi betina)

[8:58] Dan jika kamu khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat. AL ANFAAL (Rampasan perang)
Rasulullah saw. bersabda, "Orang yang paling aku benci dan yang paling jauh majelisnya dari aku pada hari kiamat adalah orang yang banyak omong, yang membuat dan bicara seenaknya, serta yang menyombongkan diri (angkuh)." (HR Ahmad, Ibnu Hibban, Abu Nuaim)

J. Beramal sholeh
Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada sosokmu dan hartamu, tetapi Dia akan melihat kepada hatimu dan amalanmu." (HR. Muslim)

[47:2] Dan orang-orang mu'min dan beramal soleh serta beriman kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad dan itulah yang haq dari Tuhan mereka, Allah menghapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan memperbaiki keadaan mereka.

K. Sabar
“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu…”[* ] (Ali Imran:200)

[2:155] Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.
Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. 39:10

[42:43] Tetapi orang yang bersabar dan mema'afkan, sesungguhnya (perbuatan ) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.
Dari Abu Yahya Shuaib ibn Sinan ra, dia berkata: “Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya mengherankan perkara orang mukmin itu, sesungguhnya seluruh perkaranya adalah adalah baik baginya. Dan hal itu tidak dimiliki oleh siapapun kecuali oleh orang mukmin. Jika dia diberi sesuatu yang menggembirakan dia bersyukur, maka ia menjadi baik baginya. Dan apabila ia ditimpa suatu madharat dia bersikap sabar, maka menjadi baik baginya.” (HR. Muslim)
Dari Anas ra, dia berkata: “Saya mendengar Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya Allah berfirman: “Jika Aku menguji hamba-Ku dengan (butanya) kedua matanya, kemudian dia sabar maka Aku mengganti untuknya kedua mata itu disurga.” (HR. Al-Bukhari)
Dari Anas ra, dia berkata bahwasanya Rasulullah saw bersabda: “Apabila Allah menghendaki kebaikan pada seorang hamba-Nya, Dia menyegerakan Hukuman untuknya di dunia. Dan apabila Allah menghendaki keburukan Dia menahan darinya (Hukuman) karena dosanya hingga Dia menunaikannya pada hari kiamat.”
Dan Nabi Muhammad saw bersabda: “Sesungguhnya besarnya balasan (pahala) ikut pada besarnya bola (cobaan). Dan Sesungguhnya Allah Ta’ala, apabila Dia mencintai satu kaum pasti Dia menguji mereka; maka barang siapa ridha, baginya adalah Ridho Allah, dan barang siapa murka baginya adalah murka (Allah).” (HR. At-Tirmizi, dia berkata: “Hadist Hasan)

1. Sabar dan bersyukur
Masalah sabar
Allah telah menyebutkan kata-kata sabar di dalam Al-Quran, yang keterangan tentang berbagai kebaikan dan derajat yang tinggi serta menjadikan kebaikan dan derajat ini sebagai buah dari sabar. Firman-Nya;

[32:24] Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar[* ]. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.

[16:96] Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

[39:10] Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. Bertakwalah kepada Tuhanmu". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.

Tidak ada suatu amal untuk taqarrub kepada Allah melainkan pahalanya di ukur dan di timbang dari kesabaran.
Di dalam Ash-Shahihain, dari hadist Abu As’id as, dari Nabi saw, beliau bersabda; “Tidak seseorang diberi karunia yang lebih baik dan lebih luas, selain dari kesabaran.” (Diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim).
Dalam hadist lain disebutkan;
“Kesabaran adalah iman itu seperti kedudukan kepala dari jasad.” (Diriwayatkan Ad-Dailami).

Tentang bersyukur
Allah telah berfirman;
“Dan, kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (Ali-Imran: 145).

[14:7] Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni'mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni'mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".

2. Sabar dan Shalat

“Hai orang-orang yang beriman, Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu[* ], sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” [2:153]

3. Berjihad dan Bersabar
“Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, …” [47:31]
Dari Abu Ibrahim Abdullah ibn Abu Awfa ra, bahwasanya Rasulullah saw pada sebagian hari-hari perangnya, menunggu (musuh) hingga tatkala matahari telah tergelincir beliau berdiri di tengah-tengah mereka bersabda: “Wahai manusia, janganlah kamu mengharap bertemu musuh, mohonlah keselamatan kepada Allah, maka apabila kamu bertemu mereka maka bersabarlah dan ketahuilah bahwasanya surga itu dibawah bayang-banyang pedang.” [* ]
Kemudian Nabi Muhammad saw berdoa: “Ya Allah Dzat yang menurunkan Al-Kitab[* ], yang menjalankan awan dan yang menghancurkan musuh-musuh, hancrkanlah mereka dan menangkanlah kami atas mereka.” (HR. Bukhari-Muslim)

4. Sabar, Syukur, Ridho
Nabi saw. bersabda: “Tiada rezeki seorang hamba yang lebih baik dan lebih banyak baginya dari Sabar dan Doa.”
Nabi saw. Bersabda: “Kemenangan itu bersama kesabaran, kelapangan itu bersama kesusahan, dan sesungguhnya kemudahan itu bersama kesulitan.”
Nabi saw. Bersabda: “Penantian kelapangan itu dengan sabar. Dan barang siapa yang Ridha dengan rezeki yang sedikit dari dunia, maka Allah akan ridha dengan amalnya yang sedikit pula.”
Orang yang ridha pasti ia bersabar, dan tidak sebaliknya. Oleh sebab itu kedudukan (derajat) ridha lebih tinggi dari sabar. Allah swt berfirman:

[9:72] Allah menjanjikan kepada orang-orang mu'min, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga 'Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar.

[5:16] Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.
Nabi saw. Bertanya kepada sekumpulan sahabat: “Siapakah kalian ?” mereka menjawab: “kami adalah orang-orang mukmin.”
Nabi saw. Bertanya lagi: “Apakah tanda-tanda itu?”
Mereka menjawab: “kami atas musibah, bersyukur atas kesenangan, dan ridha dengan ketetapan Allah.”
Nabi saw. Ber”Demi tuhan Ka’bah, kalian adalah orang-orang mukmin.”
Nabi saw. Bersabda: “Jikia Allah mencintai seorang hamba, maka Dia akan mengujinya (menimpakan musibah); jika ia bersabar maka akan diistimewakan-Nya, dan jika ia ridha maka Allah memilihnya.”
Nabi Musa as. Berkata: “Ya tunjukkanlah aku suatu hal yang didalamnya terdapat ridha-Mu, agar aku mengerjakannya.” Maka Allah mewahyukannya: “Keridhaan-Ku terdapat dalam ridhamu (menerima) ketetapan-Ku.”
Sufyan ats-Tsauri berkata dihadapan Rabi’ah al-‘Adawiyyah: “Ya Allah, ridhailah kami.”
Rabi’ah menukas: “Apakah engkau tidak malu kepada Allah dengan meminta ridha kepada-Nya?”
Seseorang bertanya kepada Rabi’ah: “Kapankah seorang hamba ridha terhadap Allah?”
Ia menjawab: “Ketika kebahagiaannya atas musibah yang menimpanya sama seperti kebahagiaannya ketika mendapat nikmat.”
Diceritakan bahwa 'Umar bin al-Khaththab menulis surat kepada Abu Musa al-'Asy'ary, "Segala kebaikan terletak di dalam keridlaan. Maka jika engaku mampu, jadilah orang yang ridla; jika tidak mampu, jadilah orang yang sabar."

[2:207] Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya. (AL BAQARAH (Sapi betina) ayat 207)
Dalam Islam mengajak umat agar senantiasa menjaga lisan. Dengan begitu, lisan menjadi selalu digunakan untuk sesuatu yang baik, tidak bertentangan dengan kehendak Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, "Lisan orang yang berakal muncul dari balik hati nuraninya. Maka ketika hendak berbicara, terlebih dahulu ia kembali pada nuraninya. Apabila ada manfaat baginya, ia berbicara dan apabila dapat berbahaya, maka ia menahan diri. Sementara hati orang yang bodoh berada di mulut, ia berbicara sesuai apa saja yang ia maui." (HR Bukhari-Muslim).

L. Tawakal

[9:51] Katakanlah: "Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal." (SURAT AT TAUBAH (Pengampunan) ayat 51)

[10:71] Dan bacakanIah kepada mereka berita penting tentang Nuh di waktu dia berkata kepada kaumnya: "Hai kaumku, jika terasa berat bagimu tinggal (bersamaku) dan peringatanku (kepadamu) dengan ayat-ayat Allah, maka kepada Allah-lah aku bertawakal, karena itu bulatkanlah keputusanmu dan (kumpulkanlah) sekutu-sekutumu (untuk membinasakanku). Kemudian janganlah keputusanmu itu dirahasiakan, lalu lakukanlah terhadap diriku, dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku. (YUNUS ayat 71)

[4:81] Dan mereka (orang-orang munafik) mengatakan : "(Kewajiban kami hanyalah) ta'at". Tetapi apabila mereka telah pergi dari sisimu, sebahagian dari mereka mengatur siasat di malam hari (mengambil keputusan) lain dari yang telah mereka katakan tadi. Allah menulis siasat yang mereka atur di malam hari itu, maka berpalinglah kamu dari mereka dan tawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah menjadi Pelindung. (AN NISAA' (WANITA) ayat 81)

M. Rajin

[26:149] Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah dengan rajin; ASY SYU'ARAA' (PARA PENYAIR)

N. Majelis Ilmu

[16:43] Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan[* ]jika kamu tidak mengetahui, AN NAHL (LEBAH)
"Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, niscaya Allah memudahkan baginya dengan (ilmu) itu jalan menuju surga” HR. Muslim, No.2699.


O. Istighfar ( bertaubat )
Orang yang bertakwa kepada Tuhannya niscaya selalu beristighfar. Ucapan astaghfirullah (aku mohon ampunan Allah), dalam beristighfar harus disertai pengakuan dan penyesalan mendalam terhadap kesalahannya. Dengan beristighfar, Allah SWT membentangkan rezeki dalam kehidupan dunia ini dan pahala di akhirat kelak, yaitu masuk surga abadi yang penuh kenikmatan.

[HUUD/11:3] dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat.

[AL A'RAAF/7:23] Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi. (Tempat tertinggi)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar