Sabtu, 14 Mei 2011

KEAJAIBAN MENGINGAT ALLAH SWT

BAB. II Keajaiban Mengingat Allah SWT

A. Petumjuk Jalan Yang Lurus

“Tunjukkanlah[* ] kami ke jalan yang lurus”. (Al-Fatihah; 6)

Sesungguhnya Al Qur'an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang Mukmin yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar, [17:9]

1. Jalan Allah SWT
Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus".[Ali ‘Imran/3:51]

Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang kepada (agama)-Nya, niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya (surga) dan limpahan karunia-Nya. Dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepada-Nya. [An Nisaa’/4:175]

Sesungguhnya aku bertawakkal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Tidak ada suatu binatang melatapun[* ] melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya[* ]. Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus[* ]." [Huud/11:56]

2. Jalan Para Nabi
sesungguhnya kamu salah seorang dari rasul-rasul, (yang berada) di atas jalan yang lurus, [36:3-4]

3. Jalan Penghambaan

dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus. [36:61]

4. Jalan Tawakal Kepada Allah SWT

Bagaimanakah kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu? Barang siapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus. [3:101]
5. Jalan Al-Quran

sesungguhnya Al Qur'an ini adalah bacaan yang sangat mulia, [Al Waaqi’ah/56:77]

Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus. [Al Maa-Idah/5:16]

“Dan Al-Quran itu adalah kitab yang kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertaqwalah agar kamu diberi rahmat.” (QS Al-An’aam/6:155)

Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami adalah pekak, bisu dan berada dalam gelap gulita. Barang siapa yang dikehendaki Allah (kesesatannya), niscaya disesatkan-Nya[* ]. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah (untuk diberi-Nya petunjuk), niscaya Dia menjadikannya berada di atas jalan yang lurus. [Al An’Aam/6:39]


“Sesungguhnya Al-Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar, dan sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, kami sediakan bagi mereka azab yang pedih.” (QS Al-Isra/17:9-10)

6. Jalan Fitrah (Tafsir Ash-Shafi; juz 1, halaman 86)
Al-Quran datang berbicara dengan fitrah manusia mengikuti logika berfikirnya.
Ia diturunkan oleh Allah yang menciptakan fitrah itu. Oleh karena Allah swt tahu segala sesuatu yang layak dan mendatangkan kebaikan kepada fitrah manusia.
Allah mengemukakan kepada fitrah manusia sesuatu hakikat yang memang telah tersimpan didalamnya sebelum dikemukakan oleh Al-quran kepadanya, yaitu bertauhid kepada Allah dengan mengakui keberadaan (wujud) Allah Yang Maha Penciptaserta kewajiban berserah diri kepada Allah Yang Maha Esa dengan ibadah dan taubat bersama seluruh alam semesta bertahmid dan bertasbih. Allah swt menerangkan karakter fitrah manusia sebagai berikut:
Allah swt berfirman:



Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)",
Atau agar kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu[* ]?"
Dan demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu, agar mereka kembali (kepada kebenaran).(Al-A’raaf/7:172-174).
Allah swt berfirman:

[30:30] Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) Fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut Fitrah itu. Tidak ada perubahan pada Fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui [* ], (AR-RUUM (BANGSA RUMAWI) ayat 30)
7. Jalan Menuju Surga
Segala puji bagi Allah Rabb alam semesta, shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada Nabi dan utusan yang paling mulia.
setiap muslim yang beribadah kepada Allah semata dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Tujuan utama yang sangat urgen bagi setiap muslim adalah ia keluar meninggalkan dunia fana ini dengan ampunan Allah dari segala dosa sehingga Allah tidak menghisabnya pada hari Kiamat, dan memasukkannya ke dalam surga kenikmatan, hidup kekal didalamnya, tidak keluar selama-lamanya.
Kita bermohon kepada Allah yang Maha Hidup, yang tiada Tuhan yang haq selain Dia, untuk menerima segala amalan kita. Sesungguhnya Ia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Setiap Muslim dan Muslimah diperintahkan untuk menuntut ilmu karena dengan menuntut ilmu mereka akan mengetahui tentang agama Islam yang bersumber dari Al-Qur-an dan As-Sunnah. Seorang Muslim tidak akan bisa melaksanakan agamanya dengan benar, kecuali dengan belajar Islam yang benar berdasarkan Al-Qur-an dan As-Sunnah menurut pemahaman Salafush Shalih. Agama Islam adalah agama ilmu dan amal karena Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam diutus dengan membawa ilmu dan amal shalih.
Allah Subhanahu wa Ta ‘ala berfirman:

"Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi." (QS. Al-Fath/48: 28)
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
"Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang mukmin, maka Allah melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. Barangsiapa memudahkan (urusan) atas orang yang kesulitan, maka Allah memudahkan atasnya di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutupi (aib) seorang muslim, maka Allah menutupi (aib)nya di dunia dan akhirat. Allah senantiasa menolong hamba selama hamba tersebut senantiasa menolong saudaranya. Barangsiapa yang meniti suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memudahkan untuknya jalan menuju Surga. Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid) untuk membaca Kitabullah dan mempelajarinya di antara mereka, melainkan ketenteraman turun atas mereka, rahmat meliputi mereka, Malaikat mengelilingi mereka, dan Allah menyanjung mereka di tengah para Malaikat yang berada di sisi-Nya. Barangsiapa yang lambat amalnya, maka tidak dapat dikejar dengan nasabnya."
[Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Muslim (no. 2699), Ahmad (1I/252, 325), Abu Dawud (no. 3643), At-Tirmidzi (no. 2646), Ibnu Majah (no. 225), dan Ibnu Hibban (no. 78-Mawaarid), dari Shahabat Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu.]

B. Hati/Jiwa Menjadi Tenang
Berdzikir kepada Allah adalah surga Allah di bumi-Nya. Maka, siapa yang tak pernah memasukinya, ia tidak akan dapat memasuki surga-Nya di akhirat kelak. Berdzikir kepada Allah merupakan penyelamat jiwa dari pelbagai kerisauan, kegundahan, kekesalan dan goncangan. Dan dzikir merupakan jalan pintas paling mudah untuk meraih kemenangan dan kebahagiaan hakiki.. Untuk melihat faedah dan manfaat dzikir, coba perhatikan kembali beberapa pesan wahyu Illahi. Dan cobalah mengamalkannya pada hari-hari Anda, niscaya Anda akan mendapat ketenangan..
Tidak mengherankan bila orang-orang yang selalu mengingat Allah senantiasa bahagia dan tentram hidupnya.

{Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu(* ), dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (ni'mat)-Ku.}
(Qs. Al-Baqarah: 152)
Dengan berdzikir kepada Allah, awan ketakutan, kegalauan, kecemasan dan kesedihan akan sirna. Bahkan, dengan berdzikir kepada-Nya segunung tumpukan beban kehidupan dan permasalahan hidup akan runtuh dengan sendirinya.

[48:18] Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mu'min ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon [* ], maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya) [* ] ,(AL FAT-H (KEMENANGAN) ayat 18)


[89:27-30] Hai jiwa yang tenang. [AN* ] / Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. / Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku, / masuklah ke dalam syurga-Ku. (AL FAJR (FAJAR) ayat 27)
Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa Nabi saw. bersabda: "Siapa yang akan membeli sumur Rahmat untuk melepaskan dahaga. Mudah-mudahan Allah mengampuni dosanya." Sumur itu dibeli oleh Utsman. Nabi saw. bersabda: "Apakah engkau rela sumur itu dijadikan sumber air minum bagi semua orang?" Utsman menyetujuinya. Maka Allah menurunkan ayat ini (S.89:27) berkenaan dengan Utsman.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Juwaibir dari ad-Dlahhak yang bersumber dari Ibnu Abbas.)

C. Merasa Gembira

[9:124] Dan apabila diturunkan suatu surat, maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata: "Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turannya) surat ini?" Adapun orang-orang yang beriman, maka surat ini menambah imannya, dan mereka merasa gembira. (SURAT AT TAUBAH (Pengampunan) ayat 124)

D. Lapang Dada

[24:22] Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka mema'afkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang [* ],(AN NUUR (Cahaya) ayat 22)

E. Badan Menjadi Sehat

F. Mendapatkan Kecerdasan
1) Intellectual Quotient (IQ)
Sensor yang paling efektif yang bekerja saat pertama dilahirkan itu adalah pendengaran dan metode terbaik untuk mengaktifkan sel syaraf otak melalui sensor telinga adalah ”Story Telling”. Hal ini dibenarkan dalam Q.S. An-Nahl: 78

[16:78] Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.
Dan diperkuat dalam Q.S. Al-Alaq: 1-5



[96:1-5] Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam[* ], Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
Yang Dilakukan Dengan (IQ) ?
Berbicara atau menyampaikan gagasan secara terbuka.
Memproses data serta menganalisis sebab-akibat.
Merencanakan tujuan secara sistematis dan logis
Meneliti masalah secara rinci dan Spesifik
Memberikan penilaian secara sekuensial/berurutan

2) Emotional Quotient (EQ)
Yang Dilakukan Dengan (EQ) ?
Berimajinasi
Melakukan simbolisasi
Menemukan kesamaan-kesamaan
Memberikan respon secara spontan
Berempati terhadap lingkungan sekitar
Merasakan dan melakukan spekulasi

Emosi manusia:
Terkejut – Takut – Sedih
Marah – Kecewa – Keingintahuan
Senang- Gembira – Cinta

Kisah perjalanan para nabi, surga dan neraka memberikan rangsangan pada manusia untuk mengajak ketajaman Visualisasi atau Imajinasinya.

Seperti pada Q.S. Thaha/20: 64-70

[20:64] Maka himpunkanlah segala daya (sihir) kamu sekalian, kemudian datanglah dengan berbaris. dan sesungguhnya beruntunglah oran yang menang pada hari ini(* )

[20:65] (Setelah mereka berkumpul) mereka berkata: "Hai Musa (pilihlah), apakah kamu yang melemparkan (dahulu) atau kamikah orang yang mula-mula melemparkan?"

[20:66] Berkata Musa: "Silahkan kamu sekalian melemparkan". Maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka, terbayang kepada Musa seakan-akan ia merayap cepat, lantaran sihir mereka.

[20:67] Maka Musa merasa takut dalam hatinya.
[20:68] Kami berkata: "janganlah kamu takut, sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang).

[20:69] Dan lemparkanlah apa yang ada ditangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka perbuat. "Sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir (belaka). Dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana saja ia datang".

[20:70] Lalu tukang-tukang sihir itu tersungkur dengan bersujud, seraya berkata: "Kami telah percaya kepada Tuhan Harun dan Musa".
Dalam beberapa literature psikologi disebutkan bahwa salah satu terjemahan dari EQ adalah bagaimana seseorang mampu mengenal emosi orang lain bahkan mengarahkannya secara positif. Hal ini sejalan dengan ajakan nabi Muhammad saw tentang pentingnya Empati,
“Kasihanilah apa yang ada di bumi niscaya
apa yang ada di langit akan mengasihimu”.

3) Spiritual Quotient (SQ)
Yang Dilakukan Dengan (SQ) ?
Menilai sebuah tindakan
Menilai sebuah jalan hidup
Memberi makna terhadap suatu kejadian/peristiwa

Perjalan nabi Ibrahim as mencari tuhan merupakan kisah yang menggambarkan betapa dahsyatnya kekuatan spiritual yang berpusat pada God spot (Fitrah) dalam mengucapkan sebuah kebenaran hakiki, Seperti dalam Q.S. Al-An’aam: 76 – 79

[6:76] Ketika malam telah gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: "Inilah Tuhanku", tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: "Saya tidak suka kepada yang tenggelam."

[6:77] Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: "Inilah Tuhanku". Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata: "Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang yang sesat."

[6:78] Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, dia berkata: "Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar". Maka tatkala matahari itu terbenam, dia berkata: "Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.

[6:79] Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.

4) Adversity Quotient (AQ)
AQ adalah kecerdasan yang dimiliki seseorang dalam mengatasi kesulitan dan sanggup bertahan hidup. Dengan AQ, seseorang akan mengetahui seberapa besar kapasitas dirinya dalam mengetahui setiap persoalan hidup dengan tetap optimis.


Yang Dilakukan Dengan (AQ)

Mengatasi tantangan dengan sukses
Menumpuhkan kemampuan untuk mengelola perubahan
Membangkitkan kinerja pribadi dan usaha
Keberanian untuk berprestasi secara optimal
Mengambil keputusan dengan cepat dan tepat
Memberikan respon terhadap kesulitan secara efektif


5) Motivation Quotient (MI)
Motivasi adalah: Alasan seseorang untuk melakukan sesuatu.
Atau sebagai: Suatu dorongan dari dalam untuk mencapai suatu yang diharapkan terjadi pada masa depan.
Yang Dilakukan Dengan (MI) ?

Berdo’a
Tawakal
Berusaha
Pasti bisa

Mulailah dari sekarang, melakukan dari hal yang kecil, ditumbuhkan dari dalam diri sendiri.

G. Diberi Rejeki

H. Cahaya terang

[14:1] Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji. (IBRAHIM ayat 1)

[14:5] Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa dengan membawa ayat-ayat Kami, (dan Kami perintahkan kepadanya): "Keluarkanlah kaummu dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dan ingatkanlah mereka kepada hari-hari Allah[* ]." Sesunguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi setiap orang penyabar dan banyak bersyukur. (IBRAHIM ayat 5)

I. Mendapat Kemenangan
"Lihatlah hari ini, sebab ia adalah kehidupan,kehidupan dari kehidupan. Dalam sekejap dia telah melahirkan berbagai hakikat dari wujudmu. Nikmat pertumbuhan. Pekerjaan yg indah. Indahnya kemenangan. Karena hari kemarin tak lebih dari sebuah mimpi. Dan esok hari hanyalah bayangan. Namun hari ini ketika anda hidup sempurna telah membuat hari kemarin sebagai impian yg indah. Setiap hari esok adalah bayangan yg penuh harapan. Maka lihatlah hari ini". (Kalidasa)

[9:20] orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. (SURAT AT TAUBAH (Pengampunan) ayat 20)

[22:77] Hai orang-orang yang beriman, ruku'lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan. (AL HAJJ (HAJI) ayat 77)

[24:52] Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah[* ] dan bertakwa[* ] kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan.(AN NUUR (Cahaya) ayat 52)


[33:70-71] Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, / niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa menta'ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.

[33:71] niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa menta'ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. (AL AHZAB (GOLONGAN YANG BERSEKUTU) ayat 71)

[78:31] Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa mendapat kemenangan, (AN NABA' (BERITA BESAR) ayat 31)
J. Mendapat Kemudahan

[94:5] Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, (ALAM NASYRAH (BUKANKAH TELAH KAMI LAPANGKAN) ayat 5)

[94:6] sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (ALAM NASYRAH (BUKANKAH TELAH KAMI LAPANGKAN) ayat 6)
............ Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (AL BAQARAH (Sapi betina) ayat 185)
…………… Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya. (ATH THALAAQ (TALAK) ayat 4)
"kesulitan tidak akan begitu sulit jika kita mengatasinya sedikit demi sedikit. Selain itu semakin cepat kita menyadari hikmah yang kita peroleh dari pengalaman itu, semakin mudah bagi kita untuk menghadapinya" (Andrew Matthews)

K. Pikiran Menjadi Tenang

[48:4] Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mu'min supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi[* ] dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana, (AL FAT-H (KEMENANGAN) ayat 4)

L. Pahala yang Besar

[4:40] Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar [* ] (AN NISAA' (WANITA) ayat 40)

[5:9] Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan yang beramal saleh, (bahwa) untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. (AL MAA-IDAH (HIDANGAN) ayat 9)

[49:3] Sesungguhnya orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah mereka itulah orang-orang yang telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertakwa. Bagi mereka ampunan dan pahala yang besar. (AL HUJURAAT (KAMAR-KAMAR)ayat 3)


M. Dikabulkan Segala Do’anya
Allah Yang Maha Kuasa, Maha Pemurah lagi Maha Penyayang dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.

[50:16] Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya, (QAAF ayat 16)

[2:186] Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo'a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

[6:63] Katakanlah: "Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut, yang kamu berdoa kepada-Nya dengan rendah diri dengan suara yang lembut (dengan mengatakan: "Sesungguhnya jika Dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur"".

[7:55] Berdo'alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.(* )

[27:62] Atau siapakah yang memperkenankan (do'a) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdo'a kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi[* ]? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya).
Segala sesuatu mudah bagi Allah, dalam ayatnya

[36:82] Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar